Kota Manado adalah ibu kota dari provinsi Sulawesi Utara. Kota Manado seringkali disebut sebagai Menado. Motto Sulawesi Utara adalah Si Tou Timou Tumou Tou, sebuah filsafat hidup masyarakat Minahasa yang dipopulerkan oleh Sam Ratulangi, yang berarti: “Manusia hidup untuk memanusiakan orang lain” atau “Orang hidup untuk menghidupkan orang lain”. Dalam ungkapan bahasa Manado, seringkali dikatakan: “Baku beking pande”, yang secara harafiah berarti “Saling menambah pintar [orang lain]“.

Geografi

Kota Manado terletak di ujung jazirah utara pulau Sulawesi, pada posisi geografis 124°40′ – 124°50′ BT dan 1°30′ – 1°40′ LU. Iklim di kota ini adalah iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° – 27° C. Curah hujan rata-rata 3.187 mm/tahun dengan iklim terkering di sekitar bulan Agustus dan terbasah pada bulan Januari. Intensitas penyinaran matahari rata-rata 53% dan kelembaban nisbi ±84 %.

Luas wilayah daratan adalah 15.726 hektar. Manado juga merupakan kota pantai yang memiliki garis pantai sepanjang 18,7 kilometer. Kota ini juga dikelilingi oleh perbukitan dan barisan pegunungan. Wilayah daratannya didominasi oleh kawasan berbukit dengan sebagian dataran rendah di daerah pantai. Interval ketinggian dataran antara 0-40 % dengan puncak tertinggi di gunung Tumpa.

Wilayah perairan Kota Manado meliputi pulau Bunaken, pulau Siladen dan pulau Manado Tua. Pulau Bunaken dan Siladen memiliki topografi yang bergelombang dengan puncak setinggi 200 meter. Sedangkan pulau Manado Tua adalah pulau gunung dengan ketinggian ± 750 meter.

Sementara itu perairan teluk Manado memiliki kedalaman 2-5 meter di pesisir pantai sampai 2.000 meter pada garis batas pertemuan pesisir dasar lereng benua. Kedalaman ini menjadi semacam penghalang sehingga sampai saat ini intensitas kerusakan Taman Nasional Bunaken relatif rendah.


Penduduk

Suku Bangsa

Suku bangsa asli Manado adalah suku Bantik namun mayoritas penduduknya  berasal dari suku Minahasa. Terdapat juga suku sangir, suku Gorontalo, suku Arab, dan suku Tionghoa semunya merupakan pendatang yang menetap di kota Manado. Suku sangir berasal dari kepulauan sangir dan suku gorontalo berasal dari provinsi gorontalo yang secara geografis berdekatan dengan Manado. Mereka umumnya datang ke Manado untuk menjadi pedagang, dan kemudian menetap.

Agama

Terdapat 6 agama yang dianut: Kristen Protestan, Islam, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Mayoritas penduduknya pemeluk agama Kristen Protestan dan Katolik. Manado dijuluki kota 1000 kota karena gerejanya yang banyak di tersebar diseluruh kota dengan jarak antara gereja yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh.

Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah Bahasa Manado. Ada beberapa kata dalam bahasa manado berasal  dari Bahasa Belanda dan Portugis mis : fork, blanket,  hal ini dikarenakan dulu manado dijajah oleh bangsa Belanda dan Portugis.


Budaya

Alat Musik

Kolintang adalah alat musik tradisional asal Manado yang terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipukul. Range nadanya dari rendah, sedang, sampai tinggi.




Tarian

Karena hampir seluruh warga Manado adalah berasal dari suku Minahasa maka budaya yang ada pun tidak jauh berbeda dengan orang Minahasa.

Berikut ini adalah tarian-tarian tradisional asal Manado

  • Tarian Kabasaran

Tarian ini ditarikan secara berkelompok. Penari menggunakan baju merah dengan topi khusus. Gerkana yang ditarikan dalam tarian ini menceritakan orang yang sedang bertarung. Para penari menari dengan menggunakan tombak dan pedang. Musik dalam tarian ini berasala dari tambur atau dalam bahasa manado disebut “tambor”.

  • Tari Maengket


Tari Maengket merupakan tarian yang dilakuakan secara berkelompok dan berpasangan antara pria dan wanita. Pemimpin tarian ini disebut kapel. Tarian ini diiringi oleh bunyi tambur atau tambor dalam bahasa manado.

  • Tari Katrili

Tarian yang bercirikan budaya eropa ini merupakan warisan bangsa Portugis. Tarian ini ditarikan secara berpasangan musik yang digunakan adalah musik country. Tarian ini menggambarkan oergaulan muda-mudi.


Pariwisata

  • Danau Tondano


Danau Tondano terletak di Tondano sekitar 2 jam perjalanan dari Manado. Danau Tondano bukan hanya dijadikan sebagai objek wisata karena pemandangannya yang indah, tapi oleh sebagian penduduk setempat merupakn lahan pekerjaan untuk penangkaran ikan. Disekitar danau Tondano juga terdapat restaurant dan resort. Restaurantnya sendiri menyajikan berbagai macam menu yang menggugah selera yang dapat menemani kita menikmati

  • Pantai Malalayang Dua

Pantai Malalayang dua terletak di perbatasan kota Manado. Di pantai ini kita bisa menikmati pemandian pantai dan wisata pantai lainnya. Disepanjang pinggiran pantai kita bisa menikmati hidangan pisang goreng yang dijual oleh para pedagang.

  • Pulau Siladen

Perjalanan ke pualu Siladen dapat ditempuh selama 45 menit dari pelabuhan Manado. Di Pulau Siladen kita bisa melakukan snorkeling, diving, berjemur atau berkeliling dengan menaiki perahu kaca dan melihat keindahan bawah air. Disiladen terdapat cottage dan diving center.

  • Pulau Gangga

Pulau Gangga terletak di desa likupang (sekitar 1 jam perjalanan dari Manado). Perjalanan dari ke pulau gangga sendiri dari likupang ditempuh kurang lebih 45 Menit. Dipulau gangga terdapat resort. Kegiatan yang dapat dilakuakn disana adalah snorkeling, diving, dan melihat lumba-lumba.

  • Pulau Lihaga

Pulau Lihaga terletak di Likupang. Dapat ditempuh selama 60 menit dari manado. Perjalanan ke pulaunya sendiri memakan waktu selama 15 menit dari pelabuhan di likupang. Perjalanan kepulau ini menggunakan perahu nelayan setempat. Pulau ini tidak berpenghuni sehingga kita tidak bisa menginap di pulau ini.

  • Bunaken

Pulau Bunaken terletak di Teluk Manado yang masih berada di wilayah kota Manado. Jarak tempuh ke Bunaken sekitar 30 menit dari pelabuhan Manaso sengan menggunakan kapal motor. Disekitar pualu bunaken terdapat taman laut Bunaken. Taman Nasionak Bunaken merupakan salah satu taman laut yang memiliki biodiversitas paling tinggi di dunia. Taman laut Bunaken memilki 20 titik selam (dive spot) dan dinding-dinding karang raksasa yang berdiri secara vertical.tan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini.

Makanan Khas

  • Tinutuan

Tinutuan atau bubur Manado adalah makanan khas Manado. Tinutuan terbuat dari campuran beras, labu yang dalam bahasa manado disebut sambiki, ubi kayu,jangung yang dalam bahasa manado disebut milu, kangkung, bayam, kemangi, sayur gedi, dan daun bawang. Semuanya dimasak seperti bubur. Makanan ini disajikan dengan ikan cakalang goreng, tahu, perkedel nike, dan sambel roa. Di manado terdapat pusat wisata kuliner tinutuan yaitu di daerah wakeke.

Sumber : http://www.google.co.id/


»